Film animasi Merah Putih: One for All, yang direncanakan tayang pada 14 Agustus 2025, menjadi sorotan tajam publik usai trailer resminya dirilis. Netizen menyoroti fakta bahwa film berdurasi 70 menit ini diklaim memakan biaya produksi hingga Rp6,7 miliar—angka yang dianggap fantastis, apalagi pengerjaannya hanya dilakukan dalam waktu kurang dari dua bulan.
Kritik Visual vs Anggaran
Para warganet melayangkan kritik pedas melalui komentar tajam di media sosial. Beberapa menyebut visual animasi terkesan murahan:
“Grafiknya kek animasi jaman batu,” ujar akun @riski_pangestangu.
“Hah 7 M hasilnya gini? Doang? … aku sebagai 3D artist malu sih kalau namaku ditaro credit,” kata pengguna @fifolutfia.suara.com+1Also Read
Proses Produksi yang “Kilat”
Kritik juga datang dari proses produksi yang dianggap terlalu terburu-buru. Film ini baru mulai dikerjakan pada Juni 2025 dan berhasil rampung dalam waktu sekitar dua bulan, menimbulkan pertanyaan soal kualitas hasil dibandingkan dengan dana yang dikeluarkan.
Isu Aset Animasi dan Orisinalitas
Lebih lanjut, muncul pula tudingan bahwa beberapa karakter dalam film tersebut menyerupai model 3D komersial yang dijual di platform seperti Content Store. Hal ini memunculkan perdebatan tentang orisinalitas dan transparansi produksi.