Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar pasca-gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 28 Maret 2025. Bantuan tersebut mencakup pengiriman personel Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta logistik untuk mendukung upaya tanggap darurat di wilayah terdampak.
Pengiriman Bantuan:
- Tahap Pertama (31 Maret 2025): Pengiriman tim pendahulu untuk asesmen awal situasi di lapangan.
- Tahap Kedua (1 April 2025): Pemberangkatan 53 personel tim SAR untuk mendukung operasi penyelamatan dan evakuasi korban.
- Tahap Ketiga (3 April 2025): Pengiriman dua pesawat tambahan yang membawa personel dan bantuan logistik.
Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi obat-obatan, makanan, tempat penampungan sementara, dan peralatan penyuling air bersih. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan truk dari Basarnas dan tiga ekor anjing pelacak (K9) dari Ditpolsatwa untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Tim USAR Indonesia, yang dikenal sebagai INASAR, telah berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan di wilayah Naypyidaw. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak K9 dan peralatan khusus seperti kamera pencari untuk memastikan lokasi korban sebelum dilakukan evakuasi.
Also Read
Pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan komitmen Indonesia dalam membantu negara sahabat yang sedang mengalami bencana, serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar.