Baru-baru ini, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPAA Hamangkunegoro, mengunggah pernyataan kontroversial di Instagram Story pribadinya, @kgpaa.hamengkunegoro. Dalam unggahannya, ia menulis “Nyesel gabung Republik” dan “Percuma Republik Kalau Cuma Untuk Membohongi”, serta menambahkan tagar #IndonesiaGelap.

Unggahan tersebut segera memicu perhatian dan perdebatan di media sosial. Menanggapi hal ini, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KPA Dany Nur Adiningrat, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk sindiran atau satire terhadap situasi saat ini. Ia menekankan bahwa Keraton Solo tetap memiliki semangat nasionalisme dan cinta terhadap Indonesia.
Dany juga menambahkan bahwa KGPAA Hamangkunegoro sering menyoroti berbagai masalah yang terjadi di masyarakat, seperti kasus pengoplosan BBM Pertamax dan pemutusan hubungan kerja di PT Sritex. Unggahan tersebut dianggap sebagai kritik keras terhadap pemerintah dan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa.
Sebelumnya, adik Raja Keraton Surakarta, GKR Wandansari Koesmurtiyah alias Gusti Moeng, pernah mengungkapkan bahwa dana yang diberikan pemerintah untuk pemeliharaan keraton tidak mencukupi. Ia menyebutkan bahwa untuk gaji abdi dalem dan penyelenggaraan upacara adat saja, keraton harus mengeluarkan biaya miliaran rupiah per tahun.
Also Read
Meskipun demikian, pihak keraton menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bentuk penyesalan sebenarnya atas bergabungnya Keraton Surakarta ke dalam Republik Indonesia, melainkan ungkapan kekecewaan terhadap situasi tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan harapan.