Momen menjadi sorotan tajam ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat melewati Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tanpa berjabat tangan di sebuah upacara militer resmi—termasuk di depan Presiden Prabowo Subianto yang sedang memimpin. Video viral tersebut terekam saat Gibran berjalan melewati barisan tamu, melewati AHY, bahkan tanpa salam, langsung menyalami Jaksa Agung ST Burhanuddin yang berada di dekatnya, meninggalkan bisikan bahwa gesturnya dianggap janggal dan memicu spekulasi tentang harmoni internal pemerintahan.
Pengamat politik seperti Adi Prayitno dari Parameter Politik menilai momen tersebut “tidak wajar” dan mendesak Istana memberikan klarifikasi agar publik tidak terbawa spekulasi negatif tentang adanya ketegangan antara wapres dan menteri. Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyebut bahwa gestur Gibran “terkesan tidak membaur” dan berisiko memicu ketidakharmonisan antarelit pemerintahan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun menyikapi gegap gempita media dengan nada meremehkan, menyatakan bahwa insiden itu hanya terjadi karena sudut pandang kamera yang keliru. Ia menyoroti bahwa mereka bahkan tiba dan pulang bersama, duduk berdampingan dalam kereta, sehingga tudingan adanya jarak personal tidak berdasar.
Also Read
Isu ini terus bergulir di media sosial. Media seperti MISTAR menyoroti bagaimana cuplikan tersebut menjadi simbol persaingan politik, bahkan menyinggung potensi elit muda seperti Gibran dan AHY sebagai calon rival di Pilpres 2029. Tak sedikit akun X yang menyindir situasi ini, menampilkan komentar seperti, “Kayaknya Gibran lagi marah sama AHY,” yang mempertegas suasana ketegangan yang diinterpretasikan publik.
Secara keseluruhan, insiden tidak bersalaman ini menjadi sorotan bukan hanya karena gesturnya, tetapi karena muatan simbolik dan politik yang melekat di baliknya—yang membuat publik menanti penjelasan resmi dari pihak Istana agar diskursus ini tidak menjalar ke ranah politik praktis yang lebih luas.